Mafia


Seorang pengacara muda, diperankan dengan sangat bagus oleh Al Pacino, terduduk lesu di tangga gedung peradilan. Ending film "Justice for All" itu benar menguncang perasaan. Setelah bergulat mati-matian dalam kasus pidana yang dibelanya, ia tersungkur oleh sebuah kenyataan tragis. Ia baru menyadari berhadapan dengan tembok-tembok besar tatkala tahu bahwa bosnya sendiri ternyata terlibat dalam mafia peradilan.

Banyak contoh lain yang dianggap mirip dengan cara-cara beroperasi yang mengingatkan orang kepada Mafia - organisasi kejahatan Italia - telah merambah di banyak sektor kehidupan.

Orang berkesimpulan sama sesudah menyaksikan gelar tinju dunia yang dikemas sebagai Milenium Match antara Oscar De La Hoya melawan Felix Trinidad. Ketika judge mengumumkan kemenangan Tito - panggilan Trinidad - serentak orang mencemooh sebagai ulah Don King, "Godfather"nya pertinjuan dunia.

King, sebagai bosnya mafia tinju, melihat Oscar dan Trinidad sebagai tambang emas. Fakta bahwa antara kedua petinju itu tak ada dominasi mencolok sewaktu berlaga di ring membuat King punya peluang untuk mengulur "nilai" mereka di mata publik. Jika Oscar yg dimenangkan, Tito akan cenderung lenyap dari peredaran. Dan ini merugikan. Lalu siapa sesungguhnya pemenang dari Milenium Match itu ? Jawabnya : Don King!


Peraturan-peraturan pemerintah, kode etik, atau bahkan undang-undang sesungguhnya dibuat, salah satunya, untuk mencegah terjadinya praktek-praktek mafia. Akan sangat runyam persoalannya jika oknum yang terlibat dalam praktek mafia ternyata orang-orang yang justru harus melibas para mafia. Seperti yang dialami Al Pacino.
Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar