Ikhlas adalah sifat terindah yang dimiliki oleh mereka yang cinta Allah, dan ikhlas adalah hadiah teragung yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang terpilih.
Jika hamba itu di ikhlaskan oleh Allah maka dunia ini surga baginya karena ia tidak punya kepentingan. Kata-katanya bukan retorika, dan ia tidak mau hidupnya bersayap, atau ada kesannya tawadhu tapi sebenarnya ia sombong agar dianggap orang yang tawadhu.
Ikhlas membuat ia bahagia, sakit baginya rahmat, musibah baginya hikmah, kematian baginya ampunan dosa.
Disinilah beningnya hati yang ikhlas menangkap bahasa-bahasa Allah dari setiap kejadian.
Surgalah bagi orang yang ikhlas dunia ini. Sungguh bahagia.
Semua rugi kecuali yang berilmu, yang berilmu juga rugi kecuali yang beramal shaleh, itu juga masih rugi kecuali yang ikhlas.
Maka orang yang tidak pernah rugi dalam hidup ini adalah orang yang ikhlas. Semua dinilai oleh Allah sekecil apapun apalagi yang besar.
Bahkan orang ikhlas itu ia ngotot ia berjibaku mencari keredhaan Allah. "Ada diantara hamba-hamba Allah memburu keredhaan Allah" yang dia waqafkan tidak hanya harta bendanya, jiwa raganya ia waqafkan karena mencari keredhaan Allah.
Al mukhlisin..jadilah pemburu-pemburu keredhaan Allah, lalu Mukhlasin niscaya Allah ridhoi. Dan Allah bangga sekali bagi hamba-hamba Allah yang memburu keridhaan-Nya.
Mereka Allah ridhoi karena mereka memang mencari keridhoan Allah. Karena itu orang-orang yang ikhlas selalu berdoa, dalam heningnya malam ia merintih ia menangis ia merayu Allah :
'Ya Allah Engkaulah yang kami tuju
'Ya Allah ridhoMu-lah yang kami incar-incar, cintailah kami, berikanlah ilmu ma'rifat-Mu kepada kami agar kami ikhlas kepada-Mu...
Sumber : Ceramah singkat Ustd Arifin Ilham

0 komentar:
Posting Komentar